Apple dan Samsung Berencana Musnahkan Kartu SIM dan Menggantinya Dengan e-SIM

Reporter : | 18 Jul, 2015 - 2:54 pm WITA

 Kartu SIM ,  e-SIM, Apple ,Samsung

(foto: reuters)

ManadoToday – Apple dan Samsung sedang dalam pembicaraan dengan Asosiasi GSM (GSMA) untuk rencana ‘membinasakan’ kartu SIM fisik yang saat ini digunakan oleh seluruh orang di dunia.

Saat ini, jika anda ingin mengubah operator seluler, seperti jika anda terbang ke negara lain dan tidak ingin menggunakan roaming, anda harus mengganti kartu SIM baru dari operator lain.

Sebaliknya, Apple dan Samsung mendorong standar SIM baru yang akan memungkinkan kartu e-SIM tertanam langsung dalam perangkat, yang kemudian dapat diprogram untuk bekerja pada operator seluler di seluruh dunia yang mendukung standar.

Ini akan agak mirip dengan Apple SIM yang disebut-sebut oleh Apple sejak Oktober 2014, yang memungkinkan iPads terbaru (iPad Air 2 atau iPad Mini 3 dengan Wi-Fi + seluler) yang berisi kartu SIM pra-instal untuk secara otomatis beralih jaringan. Layanan ini hanya bekerja di AS dan Inggris dengan hanya operator tertentu saja saat ini.

GSMA telah mengembangkan hal serupa dan memamerkannya saat Mobile World Congress di Barcelona, ​​Spanyol. Diharapkan bahwa spesifikasi umum untuk standar baru ini akan siap pada awal 2016.

“Kami mengumumkan pada bulan Maret bahwa kami sedang bekerja dengan operator jaringan seluler, produsen perangkat mobile dan vendor SIM untuk membuat spesifikasi umum dan global untuk penyediaan remote over-the-air dan pengelolaan konektivitas ke perangkat konsumen,” kata seorang juru bicara GSMA dikutip dari IBTimes Inggris.

“Inisiatif industri yang besar akan memungkinkan konsumen mengaktifkan SIM yang tertanam dalam perangkat, seperti tablet atau wearable, dengan operator jaringan mobile pilihan mereka. ”

Para operator seluler yang sejauh ini telah menyatakan dukungan untuk standar SIM baru termasuk Vodafone, EE, Telefónica (induk perusahaan dari O2), dan Hutchison Whampoa (perusahaan induk dari Three) di Inggris, serta AT & T, Deutsche Telekom, Etisalat, KDDI, NTT DOCOMO, Orange, Ooredoo, TeliaSonera, Telstra dan Turkcell.

Baca Juga :

Leave a comment