Harga Cengkih Turun, Petani Minta Pemerintah Lakukan Pengawasan

Reporter : | 16 Jul, 2015 - 9:47 am WITA

AMURANG, (manadotoday.co.id) – Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) merupakan salah satu daerah terbesar penghasil cengkih di Sulawesi Utara (Sulut) bahkan di Indonesia. Namun ironisnya, para petani cengkih, tidak sepenuhnya merasakan atau menikmati hasil panen yang merupakan jerih payah selama bertahun dikarenakan harga yang selalu melorot setiap kali panen tiba. ‘

‘Meskipun harga ditentukan pasar, tapi lemahnya pengawasan pemerintah soal harga, disinyalir jadi ajang kongkalingkong antara pengumpul (pembeli cengkih kecil) dengan agen atau pedagang besar, mempermainkan harga saat panen berlangsung, ” terang Masri Pongantung dan Johnly Kaunang dua diantara ribuan petani cengkih, ketika dimintai tanggapan soal harga cengkih saat ini.

Gambaran permainan harga cengkih saat ini dipaparkan keduanya, dapat dilihat dari harga cengkih saat ini, dimana sebelum panen masih di kisaran Rp 117 Ribu per kilo gram (Kg). Namun ketika panen tiba terus melorot hingga saat ini berada di kisaran Rp 100.000/kg.

”Ini kan aneh, saat penen tiba, harga cengkih selalu turun. Dan cenderung naik tiga bulan setelah panen atau tidak ada panen. Itu karena para pedagang tahu petani kecil yang tidak memiliki modal tetap akan menjual cengkih saat panen guna membayar gaji pemetik atau buruh,” jelas keduanya.

Keduanya pun meyakini jika ada pemerintah proaktif melakukan kontrol atau pengawasan harga jual cengkih, para pedagang tidak akan berani memainkan harga. (lou)

 

 

Baca Juga :

Leave a comment