Berkomunikasi Secara Efektif Dengan Anak Remaja Anda

Reporter : | 09 Jul, 2015 - 6:39 pm WITA

parenting, tips mengasuh anak, anak remaja

(foto: pixabay)

ManadoToday – “Remaja bisa menjadi tidak masuk akal dan sangat kasar,” Laura Kussick, direktur eksekutif untuk program pendukung orang tua di Seattle mengatakan dikutip dari webdm.com. Dia juga ibu dari seorang putri 12 tahun dan putra 15 tahun. Untuk Kussick dan anak-anaknya, konflik kadang-kadang muncul pada berapa lama mereka bercengkrama dengan perangkat elektronik mereka.

Jangan pernah menasehati anak remaja ketika salah satu diantara kalian berdua berada dalam stres tingkat tinggi dan jangan berharap anak remaja anda dengan instan menyadari apa yang mereka lakukan itu salah. Sebaliknya, menghentikan interaksi dan mencoba apa Laura S. Kastner sebut pendekatan ‘KESEBARAN’.

Kastner yang adalah seorang psikologis menyarankan untuk mendinginkan kepala dan fokus pada napas untuk membantu menurunkan respons stres anda sendiri. Dengarkan dengan empati, apakah anda menyetujui perilaku anak anda. Buat rencana untuk bergerak maju.

Tetap Tenang (sebanyak yang anda mampu).Kastner mengatakan, “Kadang-kadang harapan orang tua untuk anak-anak dapat mengontrol emosi terlalu tinggi dan harapan tentang kebiasaan sehari-hari terlalu rendah.” Dia menawarkan saran ini untuk orang tua yang merasa mereka membutuhkan bantuan untuk urusan ketidakstabilan.

Buat rutinitas yang padat. Alih-alih mencoba untuk mengendalikan pikiran dan perasaan anak anda, ciptakan rutinitas keluarga yang tegas dan bijak untuk mendorong tanggung jawab dan pengendalian diri. Mulai dari selambat-lambatnya saat anak menginjak sekolah menengah.

Mengadopsi kebiasaan baik. Dengan beberapa “aturan rumah,” orang tua dapat menciptakan waktu keluarga yang santai dan membantu anak fokus pada hal-hal yang dapat mereka atasi. Itu termasuk memprioritaskan waktu bersama tanpa gangguan, membatasi waktu penggunaan alat elektronik, dan melakukan tugas-tugas rumah tangga lain.

Mendorong kegiatan sekolah. Kastner juga menyarankan keterlibatan remaja dalam olahraga atau kegiatan sekolah untuk menciptakan rasa memiliki dan menumbuhkan berbagai keterampilan sosial dan kreatifitas fisik.

Baca Juga :

Leave a comment