Lima Tips Mendidik Anak Usia Perguruan Tinggi

Reporter : | 08 Jul, 2015 - 1:26 pm WITA

parenting, tips mendidik anak, keluarga

(foto: pixabay)

ManadoToday – Ketika anak-anak mulai mengarah ke perguruan tinggi, mereka mulai menjadi lebih mandiri, namun mereka masih membutuhkan dukungan orang tua.

“Ini adalah perubahan besar dalam hubungan anda dengan anak anda. Seringkali, orang tua tidak siap untuk jarak dan kebebasan yang diperlukan anak mereka, “kata Annette Reiter, terapis perkawinan dan keluarga berlisensi di St. Petersburg, FL dikutip dari webdm.com.

Anda mungkin bertanya-tanya apakah anak anda tetap sehat dan tetap belajar dengan baik. Tapi, anda juga ingin memberinya cukup ruang untuk mereka tumbuh dan belajar mandiri.

Ini lima tips yang dapat membantu membuat transisi halus untuk anda dan anak anda.

- Tunjukan anda yakin pada mereka
Beberapa orang tua ingin menelepon atau mengirim pesan pada anak-anak mereka setiap hari untuk berbicara tentang nilai dan pekerjaan rumah mereka, kata Reiter. Lebih baik, percaya anak anda dengan membiarkan mereka mengambil tanggung jawab untuk sekolahnya.

Ketika anak anda memberitahu anda tentang masalah yang dia memiliki – misalnya, konflik dengan teman sekamar – jangan buru-buru menyelesaikan masalahnya. Sebaliknya, dengarkan dan latih bagaimana dia dapat mengatasinya sendiri.

“Sudah waktunya bagi mereka untuk memecahkan sendiri sebagian besar masalah kecil dalam hidup mereka,” jelas Reiter. “Jika anda selalu menyelamatkan mereka dan tidak membiarkan mereka tidak mengalami stres, maka mereka tidak akan memiliki cara untuk mengelola stres sebagai orang dewasa.”

2. Membuat rencana agar tetap berhubugan
Bicarakan dengan anak tentang seberapa sering anda dapat berkomunikasi ketika dia di kampus. Menemukan cara orang tua dan anak tetap berhubungan

“Jadilah fleksibel tentang penggunaan teknologi yang anak anda lebih suka, seperti video chatting, atau SMS, kata Cora Collette Breuner, MD, MPH, profesor kedokteran remaja di Universitas Washington.

“Jika anak-anak tahu bahwa anda berusaha untuk berhubungan dengan mereka di tingkat dimana mereka merasa nyaman, mereka akan membuka diri lebih banyak,” catatnya.

Anak-anak juga menghargai ketika anda mengirim pesan humor, kata Laura Kastner, PhD, seorang psikolog klinis di Universitas Washington.

3. Perhatikan tanda-tanda adanya masalah
Jika anak anda tiba-tiba memiliki perubahan besar dalam kepribadian – misalnya, jika seorang anak awalnya sangat sosial dan kemudian menghabiskan banyak waktu sendirian – ini merupakan tanda-tanda bahwa anda harus memulai pembicaraan.

Anda juga harus memperimbangkan kemungkinan untuk mengunjungi anak di kampus untuk menyelesaikan masalah secara pribadi.

4. Berikan mereka kebebasan ketika masa liburan
Ketika anak-anak kembali ke rumah untuk berlibur, mereka berharap untuk memiliki lebih banyak kebebasan karena kebanyakan waktu mereka terpakai untuk kuluah. Jadi lebih baik bicarakan tentang tugas rumah tangga yang biasa dia lakukan jauh hari sebelum libur atau sebelum dia pulang kerumah.

“Diskusikan apa yang anda inginkan terkait jam malam mereka, cucian mereka, dan tugas-tugas yang biasa mereka lakukan sebelum mereka kuliah,” kata Breuner.

Selama liburan, anak berharap untuk menghabiskan waktu dengan teman-temannya. Bicarakan dengan anak anda terlebih dahulu tentang makan malam keluarga dan pertemuan yang anda ingin dia hadiri. “Jika Anda bernegosiasi tentang hal itu sebelum mereka pulang, itu dapat mencegah perasaan sakit hati,” kata Kastner.

5. Nikmati hubungan yang baru
Beberapa orang tua memiliki sangat sulit untuk melepaskan peran mereka ketika anak mulai kuliah. Sebaliknya, anda bisa menikmati manfaat peran baru anda.

“Sangat menyenangkan melihat anak anda menjadi dewasa dan memberikan apresiasi dengan semua yang telah mereka lakukan,” kata Reiter.

Baca Juga :

Leave a comment