Pemprov Sulut Gelar Sidak Kebutuhan Pokok Masyarakat

Reporter : | 17 Jun, 2015 - 8:13 pm WITA

SULUT, (manadotoday.co.id) – Pemprov Sulawesi Utara (Sulut) dibawa pimpinan Wakil Gubernur DR. Djouhari Kansil MPd, melakukan sidak kebutuhan pokok masyarakat, dalam rangka menjelang Bulan Suci Ramadhan 1436 Hijriah, Tahun 2015, Rabu (17/6/2015).

Sidak yang dilakukan di pasar tradisional, supermarket, distributor, dan SPBU, menurut Kansil untuk mengetahui pendistribusian bahan kebutuhan pokok masyarakat, yang dilakukan distributor di daerah ini. Apalagi, permintaan konsumen akan bahan kebutuhan pokok masyarakat mengalami peningkatan terutama menjelang bulan Suci ramadhan.

“Para distributor di Sulut jangan dulu membawa keluar daerah stok kebutuhan masyarakat. Harus lebih prioritaskan bagi warga didaerah ini,” jelas Kansil.

Kata dia, walaupun stok kebutuhan pokok masyarakat masih banyak ketersediaannya di pasaran, namun tak salah apabila harus diingatkan bagi distributor, supaya tak main “kucing-kucingan” dengan melaukan penimbunan stok sehingga bisa terjadi kelangkaan di pasaran.

Diketahui, sidak yang dilakukan yakni di pasar Pinasungkulan Karombasan, dimana Wagub mendapati harga bawang, rica dan tomat (barito) bervariasi bawang merah Rp 26 ribu per kg, bawang putih Rp24 ribu per kg, rica (cabe rawit) dari 30-40 ribu per kg, cabe keriting 30 ribu per kg, tomat Rp 8 ribu per kg, kacang tanah 20 ribu per kg, kentang Rp 6 ribu per kg, beras superwin kotamobagu Rp.10 -12 ribu per kg, beras membramo Rp.10 ribu per kg, beras sultan 9.500 per kg, minyak goreng curah 12 ribu per kg, telur ayam ras 15.000 per baki. Sayur mayur seperti wortel Rp 5000 per ons, bunga kol 5000 per buah, pitsai 500 per ikat, sayur kol 8 ribu per biji, daging ayam ras Rp.30-31 per kg.

Sementara di supermarket multimart stadion klabat, freshmart Kombos Barat, dan supar market borobudur Paal Dua, didapati banyak bahan makanan tak menuliskan produk asal. Sedangkan untuk ikan segar yang dijual di tiga supermarket ini, saat dilakukan tes kit yang dilakukan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulut hasil tesnya negatif, dimana artinya ikan segar yang dijual itu layak dikonsumsi warga.

Sidak kemudian dilakukan di CV. Ikthiar Rita Musa selaku distributor telur ayam buras, beras, tepung bunga sari, gula pasir dan beras ketan serta pimpinan PT Dwi Karya Maesaan distributor Gula dan terigu kompas di bilangan Tuminting Manado. Selain itu, dilanjutkan di SPBU Kombos Timur, dimana Wagub Kansi menanyakan berapa KL premium perhari yang di gunakan dijawab 16 Kl perhari, hal yang sama di SPBU Paldua tiap hari mengahbiskan 32 Kl perhari, sementara di PT Maju Keprogras Mahakeret Timur Lingk 1 Manado Wagub mendapati stok gas Elpiji 3 Kg cukup banyak yang di jual eceran 18 ribu per tangki.

Ikut bersama Wagub dalam sidak kali ini, Kacab BI Cabang Manado, Lucthor Tapiheru, dan sejumlah pejabat eselon II Pemprov Sulut. (ton)

 

Baca Juga :

Leave a comment