Hanura, PAN dan Nasdem Jadi Primadona di Pilkada Minsel

Reporter : | 17 Jun, 2015 - 11:18 am WITA

AMURANG, (manadotoday.co.id) – Tiga partai yang memiliki perolehan kursi paling sedikit di DPRD Kabupatan Minahasa Selatan (Minsel) masing-masing Partai Amanat Nasional (PAN) dengan Dua kursi , Hanura Satu kursi, serta Nasional Demokrat (Nasdem) Satu kursi, diprediksi akan menjadi partai yang paling diperebutkan oleh sejumlah partai yang memiliki peluang mengusung pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati di pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun 2015, yakni Partai Gerindra dan Demokrat, untuk berkoalisi.

“PAN, Hanura dan Nasdem akan menjadi partai “seksi” dengan nilai tawar tinggi di Pilkada Minsel 2015, sebab akan diminati sejumlah partai yang perolehan kursinya harus berkoalisi jika akan mengusung pasangan calon, “ ujar Herry Takapente salah satu pengamat politik dan pemerintahan di Kabupaten Minsel.

Semisal menurut Takapente, Partai Gerindra yang hanya memiliki lima kursi, dapat mengusung pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati di Pilkada Minsel tahun 2015, namun dengan syarat harus berkoalisi dengan PAN, Hanura atau Nasdem yang memiliki kursi paling sedikit di DPRD Minsel.

“Demikian juga partai Demokrat harus berkoalisi, karena hanya memiliki Lima kursi harus berkoalisi jika akan mengusung pasangan calon,” terangnya.

Selain dengan partai Demokrat dan Gerindra, peluang PAN, Hanura dan Nasdem, dipinang PDI-P berkoalisi juga sangat terbuka. Mengingat di Pileg partai berlambang moncong putih ini hanya memiliki 6 kursi. Sehingga untuk menambah kekuatan di Pilkada partai besutan Megawati Soekarno Putri ini diyakini akan melakukan manuver politik untuk mencari “sekutu” di Pilkada guna memuluskan perburuan memenangkan Pilkada.

“Apalagi, di DPR RI Nasdem dan Hanura tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH). Jadi peluang PDI-P terbuka berkoalisi dengan Hanura dan Nasdem di pilkada Minsel,” jelas Takapente.

Sementara itu partai Golkar yang memiliki suara mayoritas di DPRD Minsel dengan perolehan 10 kursi, dikhawatirkan tidak dapat mengusung pasangan calon di pilkada Minsel 2015. Hal ini dikarenakan, hingga saat ini belum ada tanda-tanda Isla dari dua kubu yang berseteru yakni Agung Laksono dan Aburizal Bakri, yang masih saling klaim sebagai pengurus DPP Partai Golkar yang sah.

“Namun, jika Golkar menemukan solusi atau terjadi Isla, sebelum batas waktu pendaftaran pasangan calon ditutup KPU yakni 25 hingga 28 Juli 2015 mendatang, Partai Golkar di Minsel tetap akan menjadi kekuatan besar di Pilkada Minsel 2015, mengingat pada Pileg 2014 lalu, keluar sebagai jawara dengan perolehan 10 kursi di DPRD Minsel,” tukasnya. (lou)

Baca Juga :

Leave a comment