Tetty Paruntu Ingatkan Soal Netralitas Penyelenggara Pemilu

Reporter : | 17 Jun, 2015 - 9:51 am WITA

Pemilu, pilkada, Christiany Eugenia Paruntu, bawasluAMURANG, (manadotoday.co.id) – Bupati Minahasa Selatan (Minsel) Christiany Eugenia Paruntu (CEP), mengingatkan soal netraslitas Badan pengawas pemilihan umum (Bawaslu) pada pelaksanaaan Pemilihan kepala daerah (pilkada) tahun 2015.

”Saya berharap Panwas akan bekerja netral dan profesional tanpa dipengaruhi atau diintervensi pihak manapun. Serta proaltif dalam menindaki dan menangai pelanggaran pemilu secara cepat dan tepat,” tandas Paruntu saat memberikan sambutan pada acara sosialisasi dan bersama stakeholder dan masyarakat dalam rangka pengawasan dan penanganan pelanggaran Pilkada Gubernur Sulut dan Bupati Minsel tahun 2015, yang dirangkaian dengan pendidikan pengawasan dan metode investigasi penanganan pelanggaran Pilkada, Bawaslu RI yang dipimpin langsung oleh Daniel Sukron, di waleta kantor Bupati Minsel, Selasa kemarin.

Hal lainnya disampaikan istri tercinta anggota DPRD Sulut Christovorus Decky Palinggi, yakni tentang kesiapan Kabupaten Minsel melaksanakan Pilkada serentak 9 Desember mendatang. Dimana untuk suksesnya pesta demokrasi ini, Pemkab Minsel telah memberikan dukungan dana kepada KPU Minsel, sebesar Rp 11 Milyar yang nanti akan ditambah Rp 8 Milyar pada APBD P 2015 dan Rp 3 Milyar untuk Panwaslu Minsel yang telah ditata pada APBD 2015.

“Pemberian dana hibah ini telah dituangkan dalam kesepakatan atau Memorandum of Undrstanding (MoU) beberapa waktu lalu,” tukas Paruntu sembari mengapresiasi kehadiran Bawaslu dalam melaksanakan sosialisasi pengawasan dan pelanggaran Pemilu.

“Dan untuk suksesnya pesta demokrasi, Pemkab Minsel dengan dukungan seluruh elemen masyarakat tentu akan berkomitmen menyelenggarakan seluruh tahapan Pilkada Tahun 2015 ini dengan baik, berkualitas sesuai peraturan perundangan yang berlaku, “ pungkasnya.

Sementara itu Daniel Sukron salah satu komisioner Bawaslu RI, mengajak seluruh elemen masyarakat mengawasi jalannya pesta demokrasi di pemilihan Gubernur dan Buparti Minsel tahun 2015, serta berani melaporkan jika ada pelanggaran yang terjadi.

“Agar nantinya Pilkada di tahun 2015 ini, melahirkan pemimpin yang jujur, bersih, profesional dan berkualitas,” ujarnya. (lou)

Baca Juga :

Leave a comment