Pilkada Minsel Bakal Tanpa Calon Perseorangan

Reporter : | 14 Jun, 2015 - 4:30 pm WITA

AMURANG, (manadotoday.co.id) – Jalur Independen atau perseorangan di pemilihan kepala daerah (pilkada) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), rupanya tak menarik minat figur atau calon Bupati dan wakil Bupati,  yang nantinya akan maju bertarung memperebutkan kursi nomor satu di Minsel, pada 9 Desember 2015 mendatang.

Buktinya, hingga hari keempat pendaftaran calon independen yang dijadwalkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Minsel yakni sejak 11 Juni 2015 lalu, belum ada satupun bakal calon yang mendaftar atau menyerahkan berkas dukungan sebagai syarat maju sebagai calon perseorangan di Pilkada tahun 2015 ini.

“Ketidak tertarikan para figur pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Minsel, pada jalur Independen juga dapat dilihat pada sosialisai calon perseorangan atau independen, yang dilaksanakan di kantor KPU Minsel, pada 4 Juni 2015 lalu, dimana pada sosialisasi itu tidak satupun pasangan calon yang hadir, ’’ ujar salah satu staf di KPU Minsel, yang enggan namanya dipublikasikan.

Ketua KPU Minsel Fanley Pangemanan ketika dimintai tanggapan perihal tak diminatinya jaliur independen di pilkada Minsel, mengatakan bahwa jika sampai pada batas waktu pendaftaran calon independen yang dijadwalkan KPU Minsel, Senin 15 Juni 2015 besok, tak ada calon dari independen yang mnendaftar, Pilkada Minsel akan dilaksanakan tanpa ada calon independen.

“Jadi, bisa saja pilkada Minsel hanya akan diilkuti oleh calon dari partai politik, jika sampai batas waktu,  Senin 15 Juni 2015 besok, tak ada calon independen mendaftar, “ terangnya.

Sementara itu beredar jabar bahwa, Bupati Minsel Tetty Paruntu, akan mendaftar melalui jalur independen, menyusl belum ada kejelasan dari partai Golkar di Pilkada 2015 ini, karena masih diperhadapkan dengan persoalan dualisme kepemimpinan di DPP Pusat Golkar.

“Besok kemungkinan Ibu Bupati, akan mendaftar di KPU Minsel, melalui calon perseorangan,” ujar sumber resmi, yang mengaku salah satu tim sukses Bupati Christiany Eugenia Paruntu di Pilkada 2015, yang meminta namanya agar tidak dipublikasi. (lou)

Baca Juga :

Leave a comment