Wagub Sulut Paparkan Lima Fokus Gerakan Nasional Penyelamatan SDA Indonesia

Reporter : | 10 Jun, 2015 - 7:16 pm WITA

Wakil Gubernur, Sulawesi Utara , DR. Djouhari Kansil MPd, gorontalo

Wagub Sulut Djouhari Kansil ketika memberikan materi di Gerakan Nasional Penyelamatan SDA Indonesia yang Digelar KPK dan KKP di Gorontalo

GORONTALO, (manadotoday.co.id) – Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) DR. Djouhari Kansil MPd, memaparkan lima fokus Provinsi Sulut untuk gerakan nasional dalam rangka penyelamatan Sumber Daya Alam (SDA) Indonesia, pada kegiatan yang digelar KPK bekerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Hotel Maqna Gorontalo.

Menurut Kansil, dalam kegiatan dengan agenda rapat monitoring dan evaluasi gerakan nasional penyelamatan sumberdaya alam Indonesia di sektor pertambangan, kehutanan, dan perkebunan, yaitu penataan izi usaha pertambangan, pelaksanaan kewajiban keuangan pelaku usaha pertambangan minera dan batu bara, pelaksanaan pengawasan produksi pertambangan mineral dan batu bara serta pelaksanaan kewajiban pengolahan/pemurnian hasil tambang mineral dan batu bara.

“Kegiatan usaha pertambangan meliputi kontrtak karya (kk) 6 buah, izin usaha pertambangan (IUP) 135 buah yang meliputi IUP eksplorasi 62 buah dan IUP operasi produksi 73 buah dengan luas total wilayah KK dan IUP 395.365,28 Hektare,” ujar Kansil.

Sedangkan bahan galian yang sementara diusahakan meliputi emas, pasir besi, bijih besi, nikel mangan, batu gamping, batu lembung, tanah urug dan bebatuan. Demikian pula dengan penataan IUP clear dan clean (CNC) =47 IUP yang teridir dari 41 IUP mineral logam dan 6 IUP mineral non logam dan bantuan. Non CNC=88 IUP meliputi 28 IUP mineral logam serta 60 IUP mineral logam dan batuan.

“Saat ini lagi, dilakukan penataan IUP Kabupaten/Kota di Sulut. Minahasa jumlah IUP 26 , Minsel 24, Mitra 13, Minut 14, Bolmong 29, Boltim 9, Bolsel 2, Bolmut 9,Sangihe 3,Talaud 2, Tomohon3. Sementara Sitaro Manado dan Kotamobagu belum ada IUP. Kansil menambahkan, dari Kabupaten/Kota yang pemegang IUP tersebut sebagian besar bergerak pada mineral logam serta bantuan, sementaraq mineral non logam hanya 4,” terang Kansil.

Diketahui, pada kegiatan yang dibuka Wakil Ketua KPK-RI Zulkarnaen, diikuti Wagub Sulut, Wagub Gorontalo, Wagub Maluku Utara dan Sekprov Sulbar serta para kepala Daerah dan Wakil Kepala daerah Kabupaten/Kota di Empat Provinsi ini.

Turut mendampingi Kansil dalam kegiatan itu, Kadis ESDM Ir Marly Gumalag, Kadis Kehutan Ir Herry Rotinsulu, Kadis Perekebunan Nixon Watung SH serta Kepala Bappeda Ir Roy O Roring MSi. (ton)

 

Baca Juga :

Leave a comment