Prosedur Operasi Pengencangan Perut Dengan Laser

Reporter : | 28 Mei, 2015 - 4:43 pm WITA

Pengencangan Perut,  Abdominoplasty, operasi perut,

(foto: pixabay)

ManadoToday – Operasi pengencangan peru dengan laser, atau juga disebut Abdominoplasty adalah salah satu operasi plastik yang paling umum dilakukan. Paling sering wanita memutuskan menjalani prosedur ini untuk mendapatkan kembali perut ketat mereka setelah melahirkan anak.

Teknologi baru Operasi pengencangan perut

Teknologi baru laser liposuction/sedot lemak telah dikembangkan, teknologi baru ini benar-benar dapat mencairkan lemak dan mengencangkan kulit, dan membuat pengencangan perut dengan laser atau pengencangan perut non-bedah pada pasien tertentu dengan sukses.

Meskipun pengencangan perut dengan laser paling sukses pada pasien yang lebih muda, tapi hasil yang mengesankan dirasakan pada pasien yang lebih tua karena kelebihan kulit dan lemak hanya sedikit.

Bagaimana Pengencang Perut dengan Laser Bekerja?

Sistem laser baru menggunakan panjang laser 925nm dan kombinasi 925 / 975nm yang melewati serat kecil ke dalam lemak di bawah kulit perut.

Laser 925nm laser secara selektif diserap diserap oleh lemak dan benar-benar mencairkan lemak.
Kombinasi laser 925 / 975nm mengencangkan jaringan bawah kulit dan menarik kulit serta mengencangkannya terhadap otot yang mendasarinya.

Sebelumnya  teknologi ini menggunakan panjang laser 1064nm atau 1308nm. Panjang gelombang 925nm diserap oleh lemak 5 kali lebih banyak dari 1064nm dan 3 kali lebih banyak daripada 1308nm. Hasilnya lebih efektif untuk menghilangkan lemak dan mengencangkan kulit.

Apa Keuntungan dari Prosedur baru ini ?

– Yang paling penting tentu saja tidak memerlukan sayatan besar dan prosedur pembedahan di perut.

– Laser serat ditempatkan di bawah kulit melalui lubang kecil yang dibuat di lokasi yang tersembunyi di kulit.

– Tidak ada bekas luka bedah besar

– Pemulihan lebih cepat

– Kulit longgar dan lemak di atas pusar dapat diperbaiki tanpa operasi besar. (artikel dikutip dari healthcaremagic)

Baca Juga :

Leave a comment