Pemilihan Makanan yang Baik Untuk Penderita Liver

Reporter : | 17 Mei, 2015 - 9:44 pm WITA

Liver, hati, kesehatan hati, makanan sehat,ManadoToday – Pemilihan makanan untuk pasien dengan penyakit Hati/ Liver haruslah makan yang berkarbohidrat tinggi, rendah protein dan lemak yang sedang dengan tambahan vitamin dan mineral.

Protein biasanya membantu tubuh untuk memperbaiki jaringan, selain itu juga mencegah pembentukan lemak dan kerusakan sel-sel hati. Peningkatan asupan karbohidrat dalam makanan membantu untuk memenuhi jumlah glikogen. Tubuh menyimpan karbohidrat dalam bentuk glikogen, dan glikogen harus menjadi sumber kalori untuk orang dengan penyakit Liver.

Penumpukan cairan dan pembengkakan pada hati dapat diperburuk dengan pengkonsumsian garam karena garam bertahan pada air dalam tubuh. Kebanyakan orang dengan penyakit Liver harus membatasi asupan garam.

Secara umum rekomendasi diet untuk orang dengan penyakit hati adalah:

– Sejumlah besar makanan berkarbohidrat: Karbohidrat harus sumber utama kalori dalam diet. Karbohidrat banya ditemukan dalam roti, kentang, nasi, pasta, sereal, buah dan permen.

– Asupan lemak sedang: Peningkatan karbohidrat dan lemak membantu menjaga protein dalam tubuh dan mencegah pemecahan protein. Lemak dapat ditemukan dalam mentega, keju, minyak, lemak hewan dan sumber tersembunyi seperti biskuit, kue-kue, dan keripik.

– 1gm protein / kg berat badan adalah asupan protein yang direkomendasikan: Ini tidak termasuk protein dari pati dan sayuran. Seseorang dengan hati yang rusak parah mungkin harus membatasi protein. Protein dapat ditemukan dalam makanan seperti daging, ikan, telur, kacang-kacangan, dan produk susu.

Jenis diet pada pasien penyakit Liver harus mencakup:

– Jumlah terbatas Protein: Hati yang rusak tidak dapat memproses protein dengan baik. Hal ini menyebabkan hati memproduksi amonia dalam aliran darah.

– Lebih banyak Karbohidrat: Karbohidrat adalah pemasok energi pada tubuh. Hati yang sehat memproduksi glikogen dari karbohidrat. Glikogen tersebut kemudian dipecah ketika tubuh membutuhkan energi. Hati yang rusak tidak akan dapat melakukan hal ini. Oleh karena itu lebih banyak karbohidrat yang diperlukan.

– Lemak dalam jumlah sedang: Lemak menyediakan kalori, asam lemak esensial dan vitamin yang larut dalam lemak.

– Jumlah terbatas cairan dan natrium: Kerusakan hati dapat menyebabkan tekanan darah tinggi pada pembuluh darah utama dari hati yang mengarah ke ascites. Membatasi cairan dan natrium dapat mencegah hal ini.

–  Vitamin dan mineral tambahan: Hati yang rusak memiliki kesulitan dalam menyimpan banyak vitamin dan mineral, karena diperlukan asupan yang lebih. (atikel dikutip dari healthcaremagic)

Baca Juga :

Leave a comment