Kenali Tanda Anak Ternyata Alergi Susu Sapi

Reporter : | 11 Mei, 2015 - 2:49 pm WITA

Susu Sapi, susu, alergi, alergi susu, Intoleransi susu

(foto: pixabay)

ManadoToday – Susu sapi adalah salah satu makanan paling umum penyebab alergi pada anak-anak, dan itu adalah penyebab utama reaksi alergi pada bayi. Reaksi alergi biasanya terjadi beberapa menit sampai beberapa jam setelah anak mengkonsumsi susu.

Tanda dan gejala alergi susu berbeda pada setiap oang dan terjadi dalam beberapa menit sampai beberapa jam setelah susu diminum. Dalam beberapa kasus, reaksi terhadap alergi susu berkembang setelah terpapar susu untuk jangka waktu lumayan lama. Ada namun jarang, bayi memiliki reaksi alergi terhadap sejumlah kecil protein susu sapi yang dia konsumsi melewati ASI ibu mereka.

Tanda-tanda alergi susu yang dapat terjadi setelah mengkonsumsi susu antara lain:

– Mengi

– Muntah

– Gatal-gatal

Tanda dan gejala yang mungkin membutuhkan waktu untuk muncul:

– Mencret (mungkin mengandung darah atau lendir).

– Diare.

– Kram perut.

– Batuk atau mengi.

– Hidung meler.

– Ruam kulit.

Perbedaan Alergi susu dan Intoleransi susu

Sangat penting untuk membedakan alergi susu dari intoleransi protein susu atau intoleransi laktosa. Tidak seperti alergi susu, intoleransi tidak melibatkan sistem kekebalan tubuh. Intoleransi susu menyebabkan gejala yang berbeda dan membutuhkan perlakuan yang berbeda dari alergi susu. Tanda dan gejala protein susu atau intoleransi laktosa biasanya termasuk masalah pencernaan, seperti kembung atau diare, setelah mengkonsumsi susu.

Ada dua jenis protein dalam susu yang dapat menyebabkan reaksi alergi:

– Kasein, yang ditemukan di bagian padat susu yang mengental.

– Whey, ditemukan di bagian cair susu yang tersisa setelah susu mengental.

Jika gejala alergi mulai memburuk seperti terjadi penyempitan saluran udara yang membuat sulit untuk bernapas, kaget, dengan tekanan darah turun, denyut nadi cepat dan pusing, segera bawa mereka ke dokter atau rumah sakit terdekat.

Untuk pencegahan, hindari pengkonsumsian susu dan susu formula hypoallergenic yang diproduksi dengan menggunakan enzim untuk memecah (hidrolis) protein susu, seperti kasein atau whey dan cobalah beralih ke susu kedelai. Formula kedelai diperkaya dengan nutrisi lengkap – namun, sayangnya, banyak anak-anak dengan alergi susu juga mengembangkan alergi terhadap kedelai. (artikel dikutip dari healthcaremagic)

Baca Juga :

Leave a comment