Gubernur Sulut Tandatangani MoA dengan BUMN Tiongkok

Reporter : | 09 Apr, 2015 - 9:00 pm WITA

foto 1

Gubernur Sarundajang mendampingi Presiden Jokiwi pada konferensi pers, bersama Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Dubes China untuk Indonesia Xi Feng, Kepala BKPM-RI Franky Sibarani, dan Menetri BUMN.

Disaksikan Presiden RI Joko Widodo dan Presiden Tiongkok Xi Jinping

KEINGINAN Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) DR. Sinyo Harry Sarundajang (SHS) menjadikan daerah Bumi Nyiur Melambai sebagai salah satu pintu gerbang di Kawasan Asia Pasifik, terus dimatangkan.

Setelah sebelumnya melakukan penadatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan CCCC (China Communication Construction Company), akhir Maret 2015 lalu tepatnya tanggala 27, Sarundajang melakukan penandataganan Memorandum of Agreement (MoA) dengan BUMN Tiongkok Mr. Ween Gang sebagai Chairman of CCCC, yang dilaksanakan di Great Hall of People, Beijing.

Pada penandatanganan kali ini, turut disaksikan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Tiongkok Xi Jinping, serta sejumlah Menteri Negara terkait dan para petinggi Tiongkok dan pengusaha papan atas negara tersebut.

foto 2

Gubernur Sarundajang menandatangani MoA dengan Chairman CCCC Mr. Weeng Gang, dalam Forum Kerjasama Ekonomi Indonesia – China di Great Hall of People, Beijing.

Perjanjian yang tertuang dalam MoA yang disepakati dengan CCCC, yakni memberi kesempatan kepada BUMN Indonesia, BUMD, Private Sector baik yang lokal maupun nasional, untuk ikut serta berinvestasi dan juga CCCC bersama-sama Pemerintah Indonesia akan memasarkan dan menemukan partner, group investors baik dari Indonesia maupun dari Tiongkok dalam pembangunan dan pengembangan kawasan industri di KEK Bitung-Minut dengan nilai investasi sebesar Rp.35 Triliun.

Selanjutnya, atas ijin Presiden Jokowi usai penandatangan MoA, SHS sapaan familiar Sarundajang bersama rombongan dari Pemprov Sulut menuju Provinsi Guangxi, Nanning City dalam rangka menjajaki pembangunan infrastuktur pembangkit listrik dengan potensial investor yakni China Energy Engineering Co Ltd (CEEC).

foto 3

Presiden Jokowi, Gubernur Sarundajang, Menteri BUMN, Menko Perekonomian dan Dubes China Xi Feng untuk Indonesia, dalam persiapan Courtesy Call dengan Presiden RRT Xi Jinping.

Private own Company, perusahan swasta yang bergerak dalam investasi bidang energi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Liang Shouling, sebagai Chairman & General Manager dari CEEC – Guangxi Water and Electric Power Construction Group Co., Ltd (GXWEP) menyambut baik kehadiran Gubernur dengan mengadakan pertemuan bersama seruluh dewan direksi. Kemudian Gubernur dan delegasi meninjau lokasi PLTU yang dibangun oleh perusahan GXWEP di Tiandong didampingi oleh Pimpinan CEEC Li Tianming.

GXWEP berencana mensupply listrik sebesar 2×150 MW untuk tahap pertama bagi kawasan industri di KEK Bitung-Minut, dan juga mencukupi kebutuhan listrik di Sulawesi Utara. Di PLTU Tiandong, Gubernur mendapat penjelasan dari Manager PLTU Dr. Chen Qinglin bahwa QXWEP merupakan salah satu perusahan China yang berpengamalan membangun pembangkit listrik dengan menggunakan teknologi yang ramah lingkungan, zero waste – tidak ada polusi udara. Menggunakan batu bara dan sisa batu bara digunakan untuk campuran bahan baku semen, kebutuhan batu bara 1,2 juta ton pertahun.

foto 4

Gubernur Sarundajang didampingi pimpinan perusahaan CEEC Li Tianning dan Manager PLTU Dr Cheng Qinglin, mengunjungi PLTU Tiandong, Provinsi Guangxi, sebagai perusahan bidang energy yang berencana bangun PLTU di KEK.

Menurut SHS, peraturan perundang-undangan mendukung investasi masuk ke Indonesia, dan pemerintah Provinsi Sulawesi Utara khususnya sangat welcome terhadap investasi termasuk investor dari China, karena dengan masuknya investasi maka pertumbuhan ekonomi daerah akan meningkat dan mengangkat pertumbuhan ekonomi nasional.

“Saya selalu berjuang untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Sulawesi Utara, semua yang saya lakukan semata-mata hanya untuk membangun Sulawesi Utara menjadi lebih baik” kata SHS.

Diketahui, turut mendampingi SHS dalam pertemuan itu, Asisten II bidang Ekonomi dan Pembangunan Drs Sanny Parengkuan, Kapala Bappeda Ir Roy Roring, Kadis Perindag Ir Jenny Karouw, Karo Ekonomi Jane Mendur SE, Karo Hukum Marsel Sendoh SH, dan Staf Khusus Gubernur Ir Franky Manumpil, serta Pokja KEK Shelly Sondakh. (advetorial)

Baca Juga :

Leave a comment