SHS Harap Komisi VIII DPR RI Bantu Daerah Kepulauan di Sulut

Reporter : | 23 Feb, 2015 - 9:18 pm WITA

SULUT, (manadotoday.co.id) – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) DR. Sinyo Harry Sarundajang (SHS), berharap anggota Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, membantu wilayah Kepulauan di Sulut, yakni Kabupaten Sangihe, Talaud, dan Sitaro.

“Sulut termasuk dari delapan provinsi kepulauan di Indonesia, yang kiranya dapat diperhatikan ketika perhitungan pemberian DAU untuk provinsi Sulut sebagai provinsi kepulauan,” ujar SHS, ketika menerima tim komisi VIII DPR RI yang membidangi agama, sosial, dan pemberdayaan perempuan, di VVIP Bandara Sam Ratulangi Manado.

Dalam kesempatan itu, dihadapan anggota DPR RI yang hadir yakni DR. Ir. H.D. Sodik Mudjahid, M.Sc sebagai wakil ketua komisi, Prof. Dr. H. Hamka Haq, MA, Drs. Samsu Niang, M.Pd, Hj. Endang Maria Astuti, S.Sg, SH,MH, Endang Srikarti Handayani, SH, M.Hum, H. Muhammad luthfi, SE, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, Khatibul Umam Wiranu, M,Hum, Achmad Mustaqim, SP,MM, Hj. Trimurni, SH dan Lalu Gede Syamsul Mujahidin SE, SHS menjelaskan terkait Provinsi Sulut yang aman dan damai, walaupun Sulut adalah sentra konflik karena terletak di daerah yang pernah konflik seperti di barat ada poso, di utara ada gerakan Mindanao Selatan (Filipina), namun tetap aman tentram dan damai.

“Kita di Sulut, memiliki filosofi yaitu sitou timou tumoutou atau manusia hidup untuk memanusiakan manusia lain, dan juga semboyan torang samua basodara. Hal – hal ini yang banyak mengajak masyarakat untuk hidup rukun dan ramai,” ujar SHS.

Kata dia, terkait masalah bencana alam yang terjadi di Sulut awal tahun 2014 lalu, masih membutuhkan bantuan terutama perumahan. “Mudah-mudahan itu bisa diperjuangkan anggota Komidi VIII DPR RI, kepada pemerintah pusat,” harap SHS.

Disis lain, soal pembangunan manusia IPM Sulut, berada di posisi kedua setelah DKI Jakarta. Sedangkan dibidang pendidikan, rangking satu untuk penanggulangan buta aksara.

“Untuk kesehatan, cukup baik walaupun terdapat siklus deman berdarah yang sedang terjadi dan menjadi tantangan,” katanya.

Diketahui, kunjungan Komisi VIII DPR RI ini, akan mengadakan pertemuan dengan dinas terkait dalam rangka mengambil data lebih terperinci yang berkaitan dengan bidang – bidang di komisi VIII DPR RI. (ton)

Baca Juga :

Leave a comment